
Sebuah lift robot bertenaga laser telah memenangkan US$ 900 ribu dalam sebuah kompetisi yang didesin untuk menentukan lift masa depan yang menuju ke ruang angkasa.
Membangun sebuah lift ruang angkasa akan membutuhkan sebuah kabel penahan yang salah satu ujungnya berada di tanah dekat khatulistiwa bumi dan ujung satunya menggantung ribuan kilometer di rung angkasa. Gaya sentrifugal akibat putaran bumi akan membuat kabel tetap tegang sehingga robot bisa memanjat dan melepas muatan ke orbit.
Meskipun membangun sebuah lift ruang angkasa memerlukan investasi awal hingga miliaran dolar, para pendukung berkata ketika sudah dibangun, perjalanan ke luar angkasa akan lebih murah ketimbang menggunakan roket.
Namun rintangan pertama teknologi besar harus bisa diatasi, termasuk bagaimana caranya untuk memasok listrik ke robot pendaki.
Untuk itu, NASA menawarkan hadiah uang sebesar US$ 2 juta di sebuah kompetisi yang disebut Power Beaming Challenge, di mana robot pendaki berusaha naik kabel secepat mungkin tanpa sebuah tenaga yang dialirkan dari kabel.
Sekarang, sebuah robot pemanjat telah mampu melakukan pendakian dan memenangkan hadiah senilai US$ 900 ribu. Robot itu yang pertama memenangkan uang dalam kompetisi yang dilakukan setiap tahun sejak 2005.
Ted Semon, seorang relawan dari Spaceward Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang menyelenggarakan kompetisi tersebut, dan juga penulis dari Space Elevator Blog mengatakan, fitur yang ditunjukan oleh lift ruang angkasa merupakan bukti satu langkah lebih dekat untuk lepas dari tanah.
"Kami telah melakukan banyak hal disini untuk membuktikan bahwa teknologi ini sangat mungkin," INILAH.com melansir dari New Scientist. "Ini sangat menarik."
Robot pendaki yang berhasil dibangun oleh sebuah tim bernama LaserMotive, yang berbasis di Seattle, Washington. Sama seperti dua robot lainnya yang ikut dalam kompetisi itu, sel surya digunakan untuk menyerap energi dari laser inframerah yang berbasis di bumi.
Selengkapnya...
Kamis, 12 November 2009
Ilmuwan Bangun Lift Ruang Angkasa
Ditemukan, Bebek Dinosaurus Baru

Hadrosaurus baru atau dinosaurus bebek telah ditemukan di Huesca, Spanyol, ilmuwan dari Universitas Basque Country mengatakan. Bebek itu punah karena bencana alam.
Beberapa spesies hadrosaurus menghuni Semenanjung Iberia, kira-kira hingga 65,5 juta tahun yang lalu ketika beberapa peristiwa bencana menyebabkan kepunahan mereka, ahli paleontologi universitas, Xavier Pereda-Suberbiola mengatakan.
Hadrosaurus baru, Arenysaurus ardevoli, memiliki tengkorak yang berlubang di atasnya, kubah frontal yang menonjol dan elemen tengkorak seperti vertebrata, tulang pinggang dan tungkai lengan, Pereda-Suberbiola menulis dalam jurnal Perancis Comptes Rendus Palevol.
Dari 50 lokasi di mana hadrosaurus ditemukan sejak tahun 1984, hampir setengah telah ditemukan di dalam dan di dekat Huesca, tempat di mana hadrosaurus baru ditemukan. Huesca tercatat sebagai tempat fosil yang berkaitan dengan beberapa jenis dinosaurus unggas.
Beberapa dari hadrosaurus itu mungkin bermigrasi dari Asia dan Amerika Utara sebelum benua tersebut terpisah, ujar Pereda-Suberbiola.
Selengkapnya...
NASA Sembunyikan Fakta Kiamat 2012

Perdebatan tentang kebenaran kiamat 2012 terus berlanjut. Beberapa website menuduh badan antariksa AS NASA menutupi kebenaran akan kehancuran bumi itu.
Sebaliknya NASA dengan keras menentang kampanye kiamat akan terjadi pada 2012 yang ramai dibicarakan di internet. NASA mengecam tuduhan ini dengan menyebutnya sebagai “bualan internet.”
“Tidak ada fakta yang mendasari dari klaim itu,” NASA mengatakan dalam sebuah posting di situs resminya.
Jika tabrakan benar akan terjadi, astronom pasti telah mengikutinya sejak satu dekade terakhir, dan hal itu sudah terlihat sekarang,” tambah NASA.
“Ilmuwan yang kredibel di seluruh dunia tahu, bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012,” NASA bersikeras.
“Lagi pula planet kita baik-baik saja selama 4 miliar tahun belakangan.”
Pada awalnya, teori kiamat yang beredar mengatakan tebrakan akan terjadi pada bulan Mei 2003. Namun tidak ada yang terjadi hingga tanggal tersebut mundur ke musim dingin 2012 yang bertepatan dengan akhir siklus kalender Maya kuno.
NASA bersikukuh bahwa kalender maya tidak akan berakhir tahun 2012, dan mengatakan tidak akan ada garis khtulistiwa sejajar dalam beberapa dekade ke depan.
Meskipun ada ramalan mengenai seluruh planet yang berada dalam satu garis sejajar, namun efek hal itu tidak penting, NASA mengatakan.
Suku Maya modern di Guatemala dan Mexico juga telah bergegas untuk menepis ramalan tersebut.
Mereka melihat perkembangan kiamat 2012 sebagai campuran dari kebingungan, kesal dan marah pada apa yang dianggap sebagai distorsi Barat yang mengganggu tradisi dan keyakinan mereka.
“Tidak ada konsep kiamat dalam budaya suku Maya,” Jesus Gomez, ketua dari konfederasi pendeta dan pempimbing spiritual suku maya di Guatemala, seperti dilansir dari The Sunday Telegraph.
Cirilo Perez, penasihat Presiden Guatemala, Alvaro Colom dan seorang ahli nujum terkemuka mengecam terjadinya eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar.
"Ini semua menjadi bisnis, tanpa ada keinginan untuk mengerti," katanya. "Ketika orang asing, atau bahkan saat beberapa orang Guatemala melihat, mereka berpikir lihatlah suku Maya, betapa baiknya, betapa cantiknya. Namun mereka tidak mengerti kita.
Selengkapnya...
Asteroid Hampir Tabrak Bumi

Tidak banyak yang memperhatikan, bumi hampir ditabrak asteroid 6 November lalu. Astronom mengetahui kedatangan asteroid berkecepatan 8.700 mil itu saat waktu yang tersisa tinggal 15 jam.
Lintasan orbital astaeroid itu 30 kali lebih dekat dibandingkan bulan, yang berjarak 250.000 mil.
Meskipun lintasan asteroid berjarak 9.000 mil dari bumi, tapi ukurannya hanya berdiameter 23 kaki dan tidak akan membuat penyok permukaan tanah.
Kehancuran di Tunguska, Siberia pada tahun 1908 yang diakibatkan tabrakan meteorit, menciptakan dampak ledakan begitu kuat hingga meratakan 1.200 mil persegi hutan.
Benda-benda berukuran serupa lewat dekat ke bumi dua kali setahun dan menabrak planet ini kira-kira sekali setiap lima tahun.
Para astronom percaya obyek yang disebut 2009 VA, terbakar habis seluruhnya saat memasuki atmosfer bumi, dan menyebabkan bola api di langit dan menimbulkan kerusakan besar di permukaan.
Asteroid baru itu ditemukan oleh Catalina Sky Survey pada tanggal 6 November 2009. Kemudian diidentifikasi oleh Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts sebagai obyek terdekat dengan bumi.
Program Near Earth Object NASA memplot lintasan orbit dari obyek dan yakin bahwa tidak akan menabrak, meskipun terbang sangat dekat dengan bumi.
Itu adalah obyek ketiga terdekat yang tidak menabrak bumi dan tercatat pada katalog asteroid. Program NASA NEO bertujuan untuk mendeteksi dan melacak setidaknya 90 persen dari 1.000 asteroid. Sebuah komet yang mendekati bumi dengan diameter sebesar 0.6 mil akan terjadi pada tahun 2020.
NASA telah memantau sebuah asteroid berdiameter 100 kaki, yang mendesing
45.000 mil di atas permukaan bumi, pada awal Maret tahun ini. Benda itu berukuran serupa dengan yang menghantam Tunguska.
Selengkapnya...
Ilmuwan Hasilkan Apek Sulit Layu

Makan apel sehari sekali sangat disarankan. Apalagi kecenderungan buah itu cepat layu berhasil dipecahkan oleh tim ilmuwan di Australia.
Selama 20 tahun, para peneliti di Queensland Primary Industries and Fisheries (QPIF), sebuah departemen yang berada di bawah pemerintah negara bagian Queensland, telah mengembangkan varietas baru dari apel yang diklaim kesegarannya dapat terjaga selama berbulan-bulan.
Disebut dengan kode nama RS103-130, varietas ini belum sepopuler jenis Golden Delicious, Pink Lady atau Braeburn. Akan tetapi para ilmuwan telah menggambarkannya sebagai " apel terbaik di dunia" berkat rasa manis, umur panjang dan daya tahannya melawan bakteri.
Apel yang berwarna merah tua itu tetap renyah sampai 14 hari, kendati disimpan dalam mangkuk buah. Dan jika disimpan dalam lemari es daya tahannya dapat mencapai empat bulan dan tetap dapat dimakan. Pemerintah Queensland mencari mitra komersial untuk mendistribusikan pasokan buah itu dan berharap untuk mulai menjualnya tahun depan.
Tim Mulherin, menteri industri Queensland,berkata, "Ini adalah varietas baru yang manis. Ia juga tahan penyakit, jadi hanya perlu sedikit, bahkan tidak memerlukan fungisida. Pengujian rasa untuk pertama kalinya telah dilakukan dan hasilnya, dari lima jenis apel, varietas ini mencetak angka tertinggi."
Varietas RS103-130 secara alami memiliki resistensi yang kuat terhadap penyakit yang dikenal sebagai titik hitam.
Penyakit yang disebabkan oleh jamur venturia inaequalis yang memiliki dampak pada dedaunan dan buah.
Genetisme apel tidak diubah, namun diproduksi secara konvensional dengan menggunakan gen dari berbagai varietas apel Asiatic floribunda Malus yang terbukti memiliki ketahanan terhadap titik hitam.
Selengkapnya...
Terpecahkan, Misteri 60 Tahun Tata Surya

Pencarian planet di luar tata surya akan sedikit lebih mudah, berkat perbandingan baru dari matahari yang tampak seperti bintang.
Temuan ini telah mengungkapkan perbedaan kunci dalam bintang yang memiliki planet dan memecahkan misteri lama tentang unsur kimiawi matahari kita sendiri.
Misteri matahari berkutat pada kelimpahan unsur litium di dalam matahari. Tidak seperti kebanyakan unsur lain yang lebih ringan dari besi, lithium tidak dihasilkan dalam bintang.
Sebaliknya, diperkirakan bahwa unsur ini dihasilkan setelah Big Bang, 13,7 miliar tahun cahaya yang lalu. Kebanyakan bintang memiliki jumlah lithium yang sama, terkecuali unsur ini telah hancur dalam bintang.
Model evolusi bintang memprediksi bahwa bintang-bintang yang memiliki massa dan umur yang sama dengan matahari mempunyai tingkat lithium yang relative tinggi.
Tetapi para ahli astronomi melihat berbagai tingkat lithium matahari, yang memiliki beberapa kelimpahan lithium, sekitar 10 persen dari jumlah perkiraan untuk alam semesta yang hanya memiliki 1 persen dari kelimpahan primordial.
Karena sepertinya tidak ada jalan bagi matahari-seperti bintang-bintang untuk membakar lithium ini, para astronom yang tersisa dengan teka-teki. Di situlah Observatorium Selatan Eropa harpa spektrograf survei dari ratusan bintang datang menyelamatkan.
Seperempat dari total sampel survey HARPS mendapati matahari yang mirip bintang. Astronom Garik Israelian dan rekan-rekannya, dari Instituto de Astrofisica de Canarias di Tenerife, Spanyol menemukan bahwa mereka yang memiliki orbit sistem planet memiliki tingkat lithium yang mirip dengan matahari. Sementara untuk yang tandus, tingkat kandungannya lebih tinggi.
"Penjelasan dari teka-teki yang sudah bertahan selama 60 tahun tampak jauh lebih sederhana," kata Israelian. "Matahari kekurangan lithium karena memiliki planet."
Selengkapnya...
Senin, 02 November 2009
Ganggang Sebabkan Kehancuran Bumi

Bencana seperti tabrakan asteroid atau letusan gunung selalu dipersalahkan sebagai penyebab kepunahan massal dan menghapus seluruh spesies dari muka bumi dengan sekejap.
Tetapi hipotesis baru menunjuk pelaku yang berbeda, ganggang.
Sejak 540 juta tahun terakhir, lima kepunahan besar diperkirakan terjadi. Dalam setiap kasus sekitar 50 persen hingga 90 persen adalah spesies hewan.
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa racun dari ganggang memilliki peran utama dalam kepunahan. Termasuk yang paling paling terkenal, kepunahan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu. Gagasan tersebut disampaikan pada pertemuan tahunan Geological Society of America.
Tetapi benarkah ganggang primitif itu dapat menumbangkan dinosaurus? Beberapa ilmuwan bersikap skeptis terhadap ide tersebut dan mengatakan bukti-bukti yang masuk akal hanya cukup untuk satu kepunahan massal saja, dan bukan lima.
Ganggang adalah organisme sederhana yang mendapatkan energi dari matahari dan tidak memiliki banyak fitur yang ditemukan pada tumbuhan umumnya, misalnya akar dan daun.
Namun beberapa spesies alga menghasilkan racun yang berbahaya bagi organisme akuatik lainnya, bahkan bagi manusia. Sebagai contoh, kelompok alga yang disebut dinoflagellates dapat melepaskan neurotoxins yang dapat melumpuhkan sel-sel syaraf.
Peneliti dari Clemson University, James Castle, seorang ahli geologi dan John Rodgers, toxicologis lingkungan, ingin mencari tahu apakah bunga ganggang yang tidak berbahaya belakangan ini menjadi ancaman dan mungkin memberikan kontribusi terhadap kepunahan jutaan tahun yang lalu.
Mereka melakukan pencarian literatur, dan membaca laporan dari jumlah kenaikan fosil stromatolites, serta bebatuan berbentuk kubah berlapis yanobacteria yang juga dikenal sebagai "mikroba tikar," yang ada selama empat dari lima dari kepunahan massal.
Tim Peneliti kemudian membandingkan struktur cyanobacteria modern dengan yang kuno, dan menemukan bahwa spesies tidak banyak berubah selama jutaan tahun.
"Karena struktur mereka berubah sangat sedikit, dan membuat toksin hari ini, kami beranggapan bahwa mereka melakukan hal yang sama di masa lalu," kata Castle.
Meski mereka tidak menemukan catatan akan peningkatan fosil ganggang pada saat dinosaurus punah, para penulis menyarankan sebuah bentuk ganggang lainnya yang tidak meninggalkan fosil namun bisa menyumbang kepunahan.
Saran mereka tertuju pada apa yang disebut algae planktonic, yang dapat menghasilkan racun dalam tanah, dan bisa membunuh binatang. Racun juga bisa menyebar melalui udara, sebuah cara lain untuk meracuni spesies.
Selengkapnya...
Terpecahkan Misteri Senyum Mona Lisa

Apa makna dibalik senyum Mona Lisa yang penuh teka teki? Para ilmuwan percaya senyum itu berubah-ubah tergantung bagian mata mana yang melihat terlebih dahulu.
Salah satu daya tarik lukisan yang paling terkenal di dunia itu adalah bisa terlihat berseri-seri, namun kemudian berubah menjadi serius dan sinis.
Kini para ilmuwan mengklaim telah menemukan jawaban atas perubahan tersebut, yaitu mata kita yang mengirimkan sinyal acak ke otak.
Mereka percaya bahwa senyum Mona Lisa dapat terlihat tergantung pada sel di retina dan saluran apa yang digunakan gambar masuk ke dalam otak.
Sel yang berbeda di dalam mata dirancang untuk mengambil berbagai warna, kontras, latar belakang dan latar depannya.
Semua tergantung pada sel-sel apa yang menangkap gambar pertama kali dan saluran apa yang digunakan untuk menafsirkan ke otak. Saluran ini mengkodifikasikan data berdasarkan ukuran objek, kejelasan, kecerahan dan lokasi bidang visual.
"Terkadang satu saluran menang atas lainnya, dan senuyum terlihat, namun jika lainnya mengambil alih, senyum tidak akan terlihat," kata Dr Luis Martinez Otero, seorang ilmuwan syaraf dari Institute of Neuroscience di Alicante, Spanyol yang melakukan penelitian.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang alasan dibalik senyum Mona Lisa Dr Martinez Otero mempertimbangkan beragam aspek yang berbeda dari Mona Lisa.
Ia kemudian memprosesnya melalui saluran visual yang berbeda, dan menanyakan pada relawan apakah mereka melihat senyum dalam lukisan atau tidak.
Relawan cenderung melihat Mona Lisa tersenyum setelah sebelumnya mereka ditunjukkan layar gelap, dan membuat Martinez Otero berkesimpulan bahwa pada sel-sel pusat inilah senyum Mona Lisa dapat dirasakan.
Apakah Leonardo berniat untuk menabur begitu banyak kebingungan dalam otak penikmat lukisannya? Martinez Otero berpendapat. Leonardo menulis dalam salah satu buku catatannya bahwa ia berusaha untuk melukis ekspresi dinamis, karena itulah yang ia lihat di jalan."
Penelitian ini awalnya dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience di Chicago. Ini bukan pertama kalinya bagi para ilmuwan untuk mendekonstruksi karya besar Leonardo da Vinci itu.
Pada tahun 2000, Margaret Livingstone, seorang ilmuwan syaraf di Harvard Medical School, menunjukkan bahwa senyum Mona Lisa lebih menonjol pada kamera daripada pusat mata.
Selengkapnya...
Sabtu, 24 Oktober 2009
Bola Paling Bulat di Dunia

Pepatah mengatakan bola itu bulat. Namun, di antara yang bulat pasti ada yang paling bulat. Sekelompok tim peneliti internasional yang terdiri dari insinyur berbagai negara mengklaim telah membuat bola paling bulat di dunia.
Bukan bola sepak, voli, atau bola untuk bermain yang dibuat tim Avogadro Project ini, melainkan bola yang akan diusulkan sebagai standar internasional untuk satu satuan kilogram. Bola yang punya nilai ilmiah sangat tinggi tersebut menjadi salah satu obyek pembicaraan utama dalam konferensi Instrumentasi dan Teleskop Astronomi SPIE di Perancis, pekan lalu.
Tak mudah membuatnya. Bola tersebut terbuat dari isotop silikon murni, silikon-28, yang dibuat di mesin pengayaan uranium pada fasilitas bekas pembuatan senjata nuklir di Rusia. Dari Rusia, material tersebut diangkut ke lembaga metrologi Jerman untuk disusun menjadi bola kristal. Setelah enam kali gagal, akhirnya berhasil dibuat dua bongkah kristal masing-masing seberat 5 kilogram yang kemudian dikirim ke Australia.
Dengan peralatan optik presisi, bongkahan tersebut dibentuk menjadi bulatan kristal. Masing-masing berdiameter 93,75 milimeter dan massanya sebanding dengan standar kilogram yang dimiliki Australia saat ini. Saking halusnya, tingkat kekasarannya hanya 0,3 nanometer dan beda kelengkungan di berbagai titik antara 60-70 nanometer saja.
'Jika Anda membuatnya sebesar ukuran Bumi, kekasaran di permukaan hanya 12-15 milimeter dan variasi kelengkungannya 3-5 meter," ujar Achim Leistner dari Australian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO).
Bola tersebut memang disusulkan sebagai standar kilogram yang akan ditentukan berdasarkan jumlah atom silikon dalam sebuah bola kristal. Untuk menghitung volume bola digunakan interferometer optik yang akan mengukur jarak antara satu titik dan titik lainnya dari 60.000 lokasi berbeda di permukaan bola. Sementara untuk mengukur kerapatan atom digunakan kristalografi sinar-X yang sanggup melihat struktur kristal susunan atom-atom dalam bola tersebut.
Dengan mengalikan volume dan kerapatan dapat diketahui jumlah atom silikon dalam sebuah bola. Tinggal disepakati berapa jumlah atom yang menjadi standar satu kilogram.
Kilogram merupakan satu-satunya standar pengukuran yang masih ditentukan dengan obyek fisik, yakni sebuah silinder platina iridium di Sevres, Perancis, yang sudah dipakai sejak 120 tahun lalu. Namun, yang menjadi masalah massa logam tersebut lambat laun mengalami perubahan sehingga tidak sama dengan 40 duplikatnya yang disebarkan ke berbagai belahan dunia.
Kelompok ilmuwan yang peduli dengan masalah tersebut mempertimbangkan untuk mendefinisikan ulang satuan kilogram. Komite internasional untuk berat dan pengukuran (ICWM) akan memutuskan perubahan tersebut pada 2011.
Selengkapnya...
Ilmuwan Rusia Bisa Usir Mendung

Pawang hujan mungkin akan kehilangan pekerjaan. Ilmuwan bisa mengusir awan dengan aliran ion dari perangkat ionizer yang ditemukan ilmuwan Soviet Aleksandr Chizhevsky.
Aliran ion diharapkan bisa mengangkat awan ke lapisan atas atmosfer, di mana akan bubar karena perubahan suhu.
Ilmuwan berharap langit akan bersih dalam area sekitar lima km persegi, dalam dua atau tiga jam setelah percobaan.
Langit di atas zona uji coba berhasil menghilang saat uji coba. Tapi saat perangkat dimatikan hujan mulai turun, menurut laporan saksi mata.
Ilmuwan mengatakan percobaan itu hanya membuktikan efisiensi dari perangkat itu. "Anda lihat, alat kami matikan dan hujan turun," kata salah satu dari peneliti.
Namun layanan meteorologi Moskow tidak melihat efek apapun. "Cuaca berkembang seperti yang kita perkirakan. Hujan berhenti adalah karena proses alami," kata layanan itu.
Lembaga itu menyebut efek ionizer tidak cukup data untuk melakukannya. "Sebenarnya, itu bukan percobaan ilmiah," ujar Wakil Kepala Lembaga Fisika Atmosfer Aleksandria Ginzburg yang menonton demo mesin itu.
"Ion udara dapat mempengaruhi proses curah hujan, tapi masalah di sini adalah skalanya. Mereka mungkin telah menciptakan sesuatu yang unik, tapi sulit untuk menilai, karena mereka tidak memberikan parameter kuantitatif. Tidak ada deskripsi model, tidak ada spesifikasi yang diberikan di muka, jadi tidak ada untuk membandingkan hasil tes," tambahnya.
Komunitas ilmiah merasa skeptis bahkan sebelum uji coba, terutama mengenai output daya dari perangkat yang sama dengan ketel listrik.
"Fenomena cuaca ada di atmosfer, [seperti] turbulensi, badai dan anticyclone memiliki kekuatan sangat kuat. Aku bertanya-tanya bagaimana sebuah perangkat kecil dapat mempengaruhi hal itu," kata Lyudmila Krasnokutskaya dari Institut Fisika atmosfer di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.
"Apa yang bisa dilakukan perangkat dua kilowatt pada angin, awan, jutaan ton air dan arus udara kuat di atmosfer? Tidak realistis hanya disebabkan oleh faktor energi," kata Viktor Savrin, wakil kepala Lembaga Penelitian Fisika Nuklir di Moscow State University.
Selengkapnya...

